Sunday, December 16, 2012

Arti Akhlak


Akhlaq adalah budi pekerti yang bersumber dari “khaliq”. Akhlak disertakan oleh Allah bersamaan pada awal penciptaan manusia. Itu sebabnya, akhlak bersifat universal; artinya semua orang pasti sepakat dan tidak ada yang menolak akan nilai kebaikan dan kebenaran yang terkandung di dalamnya, walaupun lahiriah setiap orang berbeda-beda agama dan kepercayaannya. Akhlak berasal dari Tuhan dan sangat sesuai dengan tabiat manusia. Akhlak adalah fitrah. Dan fitrah itu sendiri adalah agama yang dibawa oleh para Rasul. Allah Swt berfirman:
ètƒ
Artinya:
“Maka hadapkanlah wajahmu dengan Lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”. (QS. Ar-Rum: 30)
Siapapun mempunyai penilaian yang sama dalam akhlak, seperti jujur, adil, amanah, bakti pada orang tua, hormat dan menghargai, patuh pada ketentuan, rela berkorban, menyembah Tuhan, menolak kebatilan, menolong, rasa belas kasihan, berani karena kebenaran, malu karena keburukan, mencintai dan dicintai, lemah lebut, benci kekerasan, dan sebagainya. Semua itu adalah bagian dari akhlak manusia secara umum, baik terhadap sesama muslim maupun non muslim.
Akhlak bukanlah perilaku atau yang di dalam bahasa Arabnya disebut “suluk”. Perilaku seseorang juga bisa menjadi akhlak, manakala dilakukan secara terus menerus. Jika baik disebut “akhlak mahmudah”, jika buruj disebut “akhlak madzmumah”.
Perilaku itu sendiri sangat dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor dari dalam (internal) dan faktor dari luar (eksternal).
Faktor dari dalam adalah faktor yang dibawa sejak lahir, sering disebut “genetik”. Faktor genetik bisa menjadi kekuatan yang dahsyat manakala bisa diasah, dikembangkan dan dikelola dengan baik. Faktor genetik ini terdiri dari:
1.    Kecerdasan, yaitu kemampuan menganalisa dan menangkap informasi.
2.    Bakat, yaitu kepandaian atau keterampilam yang menurun dari orang tua, atau pendahulunya.
3.    Tempramen, yaitu sifat buruk bawaan yang tidak bisa dirubah, tetapi bisa ditutupi dengan yang lain, atau dikurangi.
Faktor dari luar, dan inilah yang justru paling besar pengaruhnya bagi seseorang. Faktor dari luar terdiri dari:
a.      Lingkungan.
b.      Pendidikan.
c.       Pengalaman.
Kita akui, hidup kita yang sekarang ini adalah pengaruh dari luar, dari pendidikan, dari pengalaman, dan dari lingkungan. Kita bisa tahu bakat dan potensi diri kita setelah sekian lama berinteraksi dengan dunia luar dan bergabung dengan para ahli. Pikiran-pikiran kita, ide-ide kita, dan gagasan-gagasan kita muncul setelah sekian banyak menyerap informasi, bergulat dengan pengalaman, dan berbaur dengan lingkungan dimana kita berada. Maka kalau mau maju, bergaulah dengan orang maju. Kalau mau sukses bergaulah dengan orang sukses. Pilihlah lingkungan masyarakat yang berpikiran maju, masyarakat yang berperadaban mulia dan punya disiplin tinggi. Belajarlah dimana saja dan apa saja yang membuat kita maju, dan banyaklah berbuat.

No comments:

Post a Comment