Akhlaq adalah budi pekerti yang bersumber
dari “khaliq”. Akhlak disertakan oleh Allah bersamaan pada awal penciptaan
manusia. Itu sebabnya, akhlak bersifat universal; artinya semua orang pasti
sepakat dan tidak ada yang menolak akan nilai kebaikan dan kebenaran yang
terkandung di dalamnya, walaupun lahiriah setiap orang berbeda-beda agama dan
kepercayaannya. Akhlak berasal dari Tuhan dan sangat sesuai dengan tabiat
manusia. Akhlak adalah fitrah. Dan fitrah itu sendiri adalah agama yang dibawa
oleh para Rasul. Allah Swt berfirman:
èt
Artinya:
“Maka
hadapkanlah wajahmu dengan Lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah
Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. tidak ada peubahan
pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak
mengetahui”. (QS. Ar-Rum: 30)
Siapapun mempunyai penilaian yang sama
dalam akhlak, seperti jujur, adil, amanah, bakti pada orang tua, hormat dan
menghargai, patuh pada ketentuan, rela berkorban, menyembah Tuhan, menolak
kebatilan, menolong, rasa belas kasihan, berani karena kebenaran, malu karena
keburukan, mencintai dan dicintai, lemah lebut, benci kekerasan, dan
sebagainya. Semua itu adalah bagian dari akhlak manusia secara umum, baik
terhadap sesama muslim maupun non muslim.
Akhlak bukanlah perilaku atau yang di dalam
bahasa Arabnya disebut “suluk”. Perilaku seseorang juga bisa menjadi akhlak,
manakala dilakukan secara terus menerus. Jika baik disebut “akhlak mahmudah”,
jika buruj disebut “akhlak madzmumah”.
Perilaku itu sendiri sangat dipengaruhi
oleh dua faktor, yaitu faktor dari dalam (internal) dan faktor dari luar
(eksternal).
Faktor dari dalam adalah faktor yang dibawa
sejak lahir, sering disebut “genetik”. Faktor genetik bisa menjadi kekuatan
yang dahsyat manakala bisa diasah, dikembangkan dan dikelola dengan baik.
Faktor genetik ini terdiri dari:
1.
Kecerdasan, yaitu
kemampuan menganalisa dan menangkap informasi.
2.
Bakat, yaitu
kepandaian atau keterampilam yang menurun dari orang tua, atau pendahulunya.
3.
Tempramen, yaitu
sifat buruk bawaan yang tidak bisa dirubah, tetapi bisa ditutupi dengan yang
lain, atau dikurangi.
Faktor dari luar,
dan inilah yang justru paling besar pengaruhnya bagi seseorang. Faktor dari
luar terdiri dari:
a.
Lingkungan.
b.
Pendidikan.
c.
Pengalaman.
Kita akui, hidup kita yang sekarang ini
adalah pengaruh dari luar, dari pendidikan, dari pengalaman, dan dari
lingkungan. Kita bisa tahu bakat dan potensi diri kita setelah sekian lama
berinteraksi dengan dunia luar dan bergabung dengan para ahli. Pikiran-pikiran
kita, ide-ide kita, dan gagasan-gagasan kita muncul setelah sekian banyak menyerap
informasi, bergulat dengan pengalaman, dan berbaur dengan lingkungan dimana
kita berada. Maka kalau mau maju, bergaulah dengan orang maju. Kalau mau sukses
bergaulah dengan orang sukses. Pilihlah lingkungan masyarakat yang berpikiran
maju, masyarakat yang berperadaban mulia dan punya disiplin tinggi. Belajarlah
dimana saja dan apa saja yang membuat kita maju, dan banyaklah berbuat.
No comments:
Post a Comment