Pendidikan anak dalam Islam pada dasarnya adalah bagian dari pendidikan Islam. Pendidikan Islam itu sendiri mempunyai sesuatu yang diharapkan terwujud setelah orang mengalami pendidikan Islam secara keseluruhan, yaitu kepribadian seseorang yang membuatnya menjadi “insan kamil”.
Adapun istilah umum yang digunakan dalam pendidikan Islam adalah tarbiyah, ta’lim, dan ta’dib. Baik tarbiyah, ta’lim, dan ta’dib semua merujuk kepada Allah SWT. Tarbiyah dipahami sebagai bentukan dari kata “rabb” atau “rabba” yang mengacu kepada Allah SWT sebagai rabbul ‘alamin, yang mengandung makna memelihara, membesarkan, dan mendidik yang didalamnya sudah termasuk makna ta’lim. Sedangkan kata ta’lim sendiri berasal dari kata ‘allama, yang merujuk kepada Allah SWT sebagai zat Yang Maha Alim. Selanjutnya ta’dib seperti termuat dalam pernyataan Rasulullah SAW “addabani rabbi faahsana ta’dibi”, yang memperjelas bahwa sumber utama pendidikan adalah Allah SWT.
Dalam Al-Qur’an, ada sekitar 972 kata “rabb” dalam berbagai bentuknya, yang tersebar dihampir semua surat Al-Qur’an, yang pada umumnya berhubungan dengan kata benda (isim), yang dapt diartikan sebagai pemelihara, pendidik, dan membesarkan. Berangkat dari pengertian ini, maka “tarbiyah” dapat didefinisikan sebagai proses bimbingan terhadap potensi manusia (jasmani, ruh, dan akal) secara maksimal agar dapat menjadi bekal dalam menghadapi kehidupan dan masa depan.
Quraish Shihab menggambarkan bahwa kata “rabb” menggambarkan Tuhan dengan sifat-sifat-Nya (sifat-sifat fi’il-Nya). Dia Allah rabbun dalam arti Dia mendidik, Dia memelihara. Pendidikan dan pemeliharaanya itu antara lain; dengan menganugerahkan rezeki, mencurahkan rahmat, mengampuni dosa, namun sekaligus menyiksa dalam rangka pemeliharaan dan pendidikan-Nya.
Dengan demikia, maka kata “rabb” bisa mengandung dua pengertian, bisa berarti Tuhan dan juga bisa dirartikan sebagai pendidik, pemelihara, dan pengasuh. Namun kedua pengertian tersebut bisa dipadukan dengan menempatkan kata mendidik, mengasuh, memelihara, sebagai sifat Tuhan.
Zakiyah Darajat mengatakan bahwa kata “ta’lim” berarti pengajaran. Kata “ta’lim” dengan kata kerjanya “allama”, juga sudah digunakan sejak zaman Nabi baik dalam Al-Qur’an, hadits, maupun dalam pemakaian sehari-hari. Dalam Al-Qur’an, kata “allama” diulang sebanyak 4 (empat) kali, yakni pada surat Al-Baqarah ayat 31, Al-Rahman ayat 2, dan Al-‘Alaq ayat 4 dan 5. Kata ini lebih banyak digunakan daripada kata “tarbiyah” tadi. dari segi bahasa, perbedaan arti kedua kata itu cukup jelas. Kata “allama” dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah: “dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda) seluruhnya…” menurut Quraish Shihab, ayat ini menginformasikan bahwa manusia dianugerahi Allah SWT potensi untuk mengetahui. Pada ayat tersebut, kata “allama” mengandung pengertian sekedar memberi tahu atau memberi pengetahuan, tidak berarti pembinaan kepribadian.
Ungkapan yang sama ditemukan dalam surat An-Naml ayat 16 yang berbunyi:
•• •
“Dan Sulaiman telah mewarisi Daud, dan Dia berkata: "Hai manusia, Kami telah diberi pengertian tentang suara burung dan Kami diberi segala sesuatu. Sesungguhnya (semua) ini benar-benar suatu kurnia yang nyata".
Oleh karena itu, kata “tarbiyah” lebih luas, karena disamping member pengajaran dan pengatahuan, juga membina kepribadian seseorang. Selain kedua kata tersebut, yang memiliki persamaan pengertian adalah kata “addaba” yang berarti memberi adab, mendidik. Kata ini didasarkan pada sabda Rasulullah SAW yang artinya: “Tuhanku tela mendidikku, maka ia sempurnakan pendidikanku.”
Dengan demikian, baik “tarbiyah”, “ta’lim”, maupun “ta’dib” merujuk kepada Allah SWT. Tarbiyah yang merupakan bentukan dari kata “rabbun” atau “rabba” mengacu kepada Allah SWT sebagai “rabbul ‘alamin”. Sedangkan kata ta’lim berasal dari kata “allama” juga merujuk kepada Allah SWT sebagai Dzat Yang Maha Alim. Selanjutnya ta’dib seperti termuat dalam hadits Rasulullah SAW “addabani rabbi faahsana ta’dibi” memperjelas bahwa sumber utama pendidikan adalah Allah SWT.
Berdasarkan pengertian-pengertian di atas, maka pendidikan anak menurut Al-Qur’an adalah bimbingan, pemeliharaan, pembinaan, pengasuhan, terhadap potensi yang dimiliki anak, agar ia dapat tumbuh dan berkembang secara optimal untuk mencapai tujuan pendidikan yang sesuai dengan konsep ajaran Islam.
No comments:
Post a Comment