Sejenak marilah kita amati dan
cermati keadaan masyarakat kita, mereka tenggelam dalam kemungkaran,
kemaksiatan dan kedurhakaan kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala di antaranya
adanya kasus KKN (korupsi, kolusi dan nepotisme), manipulasi, penipuan, perampokan,
pencurian, pembunuhan, pemerkosaan, adanya pasangan zina PIL (pria idaman lain)
dan WIL (wanita idaman lain), penyelewengan/penyimpangan seks dan lain
sebagainya.
Sehingga kalau kita cermati
banyak faktor kenapa kemungkaran-kemungkaran itu dilakukan masyarakat. Di
antaranya faktor-faktor tersebut ialah:
1. Kebodohan umat terhadap ajaran agama
Masyarakat kita memang mayoritas
muslim tetapi mayoritas pula dari mereka tidak tahu dengan ajaran dien-nya
sendiri. Sehingga kita ketahui banyak orang yang mengaku Islam, namun tidak
mengetahui apa ajaran Islam itu, apa yang diperintahkan Islam dan apa yang
dilarang Islam. Sehingga tidak jarang kita dapati orang yang melakukan
kemungkaran namun ia anggap itu hal biasa atau bahkan dianggap sebagai suatu
kebenaran. Keadaan seperti ini kalau kita biarkan maka akan terus berlanjut dan
masyarakat kita akan tetap tenggelam dalam kubangan lumpur kemungkaran. Tentu
kita semua berhasrat merubah keadaan masyarakat kita kepada yang lebih baik
dalam takaran syariat Islam. Maka mari kita ajak masyarakat untuk kembali
mendalami ajaran dien kembali kepada Islam secara keseluruhan. Firman Allah: “Hai
orang-orang yang beriman, masuklah kalian ke dalam Islam secara keseluruhan dan
janganlah kamu ikuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya saitan itu musuh
yang nyata bagimu.” (Al-Baqarah: 208).
Dan juga marilah kita kembali
kepada ajaran Islam yang murni yang utuh yang tidak tercampur dengan syirik,
bid’ah, khurafat dan takhayul. Ajaran-ajaran yang dibawa Rasulullah n kemudian
beliau wariskan kepada sebaik-baik generasi, generasi salafus-shalih yaitu para
shahabat, tabi’in dan tabi’ut tabi’in.
2. Lemahnya Iman dan Godaan Syaithan
Perlu diketahui bahwa tidak
semua orang yang melakukan kemungkaran itu ia tidak tahu bahwa itu adalah kemungkaran
akan tetapi ada kalanya karena iman yang lemah sehingga lebih cenderung
melakukan kemungkaran dengan anggapan “Ah ini cuma dosa kecil.. ah cuma sekali
saja”. Dari sini perlu kiranya kita memperkuat iman kita sehingga mampu
menangkis segala kemungkaran dan kemaksiatan. Kita bisa bayangkan betapa
indahnya hidup ini bila semua lapisan mempunyai iman yang kuat. Yang menjadi
rakyat kecil tidak akan mencuri atau merampok walaupun hidup miskin. Karena ia
tahu itu akan mendatangkan siksa Allah. Yang menjadi pedagang tidak akan menipu
karena ia tahu bahwa menipu itu dosa. Yang menjadi pejabat tidak akan melakukan
KKN, karena mereka tahu Allah akan mengadzabnya kelak.
Sebenarnya kalau kita sadari
bahwa ketika iman kita dalam keadaan lemah sehingga mudah sekali digoyahkan
maka pada saat itu pula sebenarnya kita sedang diincar oleh musuh. Kita tidak
bisa melihat musuh kita sedang ia selalu mengintai kita, musuh kita adalah
syaithan. Syaithan yang sudah sejak dulu bersumpah akan selalu menggoda manusia
supaya terjerumus ke dalam Neraka Jahanam.
Kemungkaran itu akan terus
berlanjut apabila sama-sama kita biarkan. Tentu kita sebagai seorang Muslim
tidak boleh tinggal diam. Karena kita diperintahkan untuk mencegah kemungkaran.
Sabda Rasul Shalallaahu alaihi wasalam :
مَنْ رَأَى
مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ
فَبِلِسَانِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ
اْلإِيْمَانِ.
Artinya: “Barangsiapa
di antara kamu melihat kemungkaran maka ia harus mengubah dengan tangannya,
jika tidak mampu maka dengan linsanya dan jika tidak mampu maka dengan hatinya
dan yang demikian itu adalah selemah-lemah iman.” (HR. Muslim 1/22).
No comments:
Post a Comment