Wednesday, July 10, 2013

Shalat Istisqa dan Shalat Gerhana

A.    Shalat Istisqa
Shalat istisqa adalah shalat sunnah muakkad yang dilakukan secara berjamaah untuk memohon hujan, karena kemarau panjang atau terputusnya sumber air. Shalat istisqa dilakukan dua rakaat disertai dengan dua khutbah. Mengenai tata cara pelaksanaan shalat istisqa adalah:
1.      Tiga hari sebelum pelaksanaan shalat, hendaklah dilakukan puasa 3 hari, beramal shaleh, melakukan perdamaian, dan menghindari kezaliman.
2.      Selanjutnya semua penduduk bahkan binatang-binatang ternak hendaklah dikerahkan keluar menuju tanah lapang untuk melakukan shalat istisqa dengan memakai pakaian sederhana, tidak memakai wangi-wangian, dan memperbanyak istigfar.
3.      Shalat dilakukan dua rakaat seperti shalat hari raya, yaitu membaca takbir 7 kali pada rakaat pertama, dan 5 kali pada rakaat kedua.
4.      Selesai shalat, imam melakukan dua khutbah, khutbah pertama diawali membaca istigfar 9 kali dan 7 kali pada khutbah kedua.

B.     Shalat Gerhana
Shalat gerhana adalah shalat dua rakaat yang dilakukan ketika terjadinya gerhana, baik gerhana matahari maupun rembulan yang disertai dengan dua khutbah. Waktu mengerjakan shalat gerhana ialah mulai terjadinya gerhana baik matahari maupun rembulan hingga selesai, matahari dan rembulan telah kembali seperti semula.
Adapun tata cara melaksanakan shalat gerhana adalah:
1.      Niat shalat gerhana matahari atau rembulan.
2.      Takbiratul ihram.
3.      Masing-masing rakaat terdiri dari dua kali berdiri, dua fatihah, dua ruku’, dan dua I’tidal. Maksudnya, setelah I’tidal lalu membaca fatihah lahi, lalu ruku’, dan I’tidal lagi.
4.      Bacaan fatihah dan surat-surat yang panjang dilakukan dengan suara jahr (keras) pada shalat gerhana rembulan dan dengan suara pelan pada saat gerhana matahari

5.      Selesai shalat imam melakukan dua khutbah shalat gerhana.

No comments:

Post a Comment