A.
Shalat Istisqa
Shalat istisqa adalah shalat
sunnah muakkad yang dilakukan secara berjamaah untuk memohon hujan, karena
kemarau panjang atau terputusnya sumber air. Shalat istisqa dilakukan dua
rakaat disertai dengan dua khutbah. Mengenai tata cara pelaksanaan shalat istisqa
adalah:
1.
Tiga hari sebelum
pelaksanaan shalat, hendaklah dilakukan puasa 3 hari, beramal shaleh, melakukan
perdamaian, dan menghindari kezaliman.
2.
Selanjutnya semua penduduk
bahkan binatang-binatang ternak hendaklah dikerahkan keluar menuju tanah lapang
untuk melakukan shalat istisqa dengan memakai pakaian sederhana, tidak memakai
wangi-wangian, dan memperbanyak istigfar.
3.
Shalat dilakukan dua rakaat
seperti shalat hari raya, yaitu membaca takbir 7 kali pada rakaat pertama, dan
5 kali pada rakaat kedua.
4.
Selesai shalat, imam
melakukan dua khutbah, khutbah pertama diawali membaca istigfar 9 kali dan 7
kali pada khutbah kedua.
B.
Shalat Gerhana
Shalat gerhana adalah shalat dua
rakaat yang dilakukan ketika terjadinya gerhana, baik gerhana matahari maupun
rembulan yang disertai dengan dua khutbah. Waktu mengerjakan shalat gerhana
ialah mulai terjadinya gerhana baik matahari maupun rembulan hingga selesai,
matahari dan rembulan telah kembali seperti semula.
Adapun tata cara melaksanakan
shalat gerhana adalah:
1.
Niat shalat gerhana
matahari atau rembulan.
2.
Takbiratul ihram.
3.
Masing-masing rakaat
terdiri dari dua kali berdiri, dua fatihah, dua ruku’, dan dua I’tidal. Maksudnya,
setelah I’tidal lalu membaca fatihah lahi, lalu ruku’, dan I’tidal lagi.
4.
Bacaan fatihah dan
surat-surat yang panjang dilakukan dengan suara jahr (keras) pada shalat
gerhana rembulan dan dengan suara pelan pada saat gerhana matahari
5.
Selesai shalat imam
melakukan dua khutbah shalat gerhana.
No comments:
Post a Comment