Tuesday, July 2, 2013

Bahasa Arab dan Pengertiannya

Bahasa adalah alat komunikasi yang digunakan oleh setiap kelompok masyarakat. Setiap bahasa biasanya digunakan untuk berkomunikasi dengan lingkungannya yang sejenis. Oleh karena itu, wajar apabila manusia dalam komunitas tertentu tidak dapat mengetahui bahasa dari komunitas lain. Meski demikian, pada lingkungannya yang sejenis, setiap orang dapat berkomunikasi dengan baik. Hal ini menunjukan bahwa pada dasarnya bahasa adalah alat komunikasi antar individu dengan lingkungannya. Secara umum, bahasa kemudian disimbolkan dengan lafal atau ujaran.
Musthafa Al-Ghalayain (1987: 7) mendefinisikan bahasa adalah ucapan-ucapan yang digunakan setiap kaum untuk mengemukakan maksud mereka. Bahasa juga dapat diartikan sebagai sejumlah aturan dari berbagai kebiasaan ujaran yang digunakan untuk berkomunikasi diantara individu dalam sebuah komunitas, dan digunakan dalam urusan kehidupan mereka (Fathi Ali Yunus, dkk, 1981: 12). Muhammad Al-Mubarok (dalam Abdul Mu’in, 2004: 37) mendefinisikan bahwa bahasa adalah alat yang unik yang dapat memindahkan sesuatu yan diterima oleh panca indera kepada hati. Jadi bahasa merupakan jembatan yang dapat menghubungkan antara kehidupan dengan pemikiran.
Para ahli bahasa mengelompokkan bahasa-bahasa di dunia menjadi beberapa rumpun. Misalnya Max Muller, seperti dikutip Abdul Mu’in (2004: 19) membagi bahasa kepada tiga rumpun, yaitu Indo Eropa, Samit Hemit, dan Turania. Bahasa Arab termasuk dalam rumpun bahasa Semit yang menjadi salah satu rumpun dari bahasa Semit-Hemit atau dalam istilah lain Homo Semitic atau dalam Bahasa Arab Al-Hamiyah Al-Samiyah.
Bahasa Arab yang sampai kepada kita pada saat ini adalah bahasa Arab Baqiyah yang sebenarnya juga merupakan gabungan dari beberapa bahasa. Sebagian besar berasal dari sebelah utara jazirah Arab, disamping berasal dari bagian selatan. Bahasa Arab tersebut kemudian dikenal dengan bahasa Arab Fusha, yaitu bahasa Arab yang dipakai dalam penulisan Al-Qur’an dan turas Arab secara keseluruhan, sebagai bahasa-bahasa yang digunakan dala forum-forum resmi, dan untuk mengungkapkan pemikiran secara umum. Disamping bahasa Arab Fusha dikenal juga bahasa Arab ‘Ammiyah, yaitu bahasa Arab yang dipakai dalam keadaan biasa, yang berlaku dalam percakapan sehari-hari. (Imil Badi’ Ya’qub, 1982: 120).

Dalam pengertian lain disebutkan, antara lain yang dikemukakan oleh Mustafa Al-Ghalayain (1987: 7) bahwa bahasa Arab adalah kalimat yang disampaikan oleh orang Arab untuk menyampaikan maksud-maksud mereka. Abdul ‘Alim Ibrahim mendefinisikan bahwa bahasa Arab adalah bahasanya orang-orang Arab dan bahasa Agama Islam. Menurut Fathi Ali Yunus (1981: 16), bahasa Arab Fusha merupakan unsur paling mendasar dalam membangun bangsa Arab. Dengan digunakannya bahasa Arab sebagai bahasa Al-Qur’an dan Al-Hadits, muncul kesan bahwa bahasa Arab adalah bahasanya umat Islam. Dengan kata lain, setiap yang berbahasa Arab kemudian selalu diidentikkan dengan Islam. Padahal tidak mesti yang berbahasa Arab itu adalah Islam, karena pada dasarnya bahasa Arab tidak hanya milik umat Islam. 

No comments:

Post a Comment