Bahasa
adalah alat komunikasi yang digunakan oleh setiap kelompok masyarakat. Setiap
bahasa biasanya digunakan untuk berkomunikasi dengan lingkungannya yang
sejenis. Oleh karena itu, wajar apabila manusia dalam komunitas tertentu tidak
dapat mengetahui bahasa dari komunitas lain. Meski demikian, pada lingkungannya
yang sejenis, setiap orang dapat berkomunikasi dengan baik. Hal ini menunjukan
bahwa pada dasarnya bahasa adalah alat komunikasi antar individu dengan
lingkungannya. Secara umum, bahasa kemudian disimbolkan dengan lafal atau
ujaran.
Musthafa
Al-Ghalayain (1987: 7) mendefinisikan bahasa adalah ucapan-ucapan yang
digunakan setiap kaum untuk mengemukakan maksud mereka. Bahasa juga dapat
diartikan sebagai sejumlah aturan dari berbagai kebiasaan ujaran yang digunakan
untuk berkomunikasi diantara individu dalam sebuah komunitas, dan digunakan
dalam urusan kehidupan mereka (Fathi Ali Yunus, dkk, 1981: 12). Muhammad
Al-Mubarok (dalam Abdul Mu’in, 2004: 37) mendefinisikan bahwa bahasa adalah
alat yang unik yang dapat memindahkan sesuatu yan diterima oleh panca indera
kepada hati. Jadi bahasa merupakan jembatan yang dapat menghubungkan antara
kehidupan dengan pemikiran.
Para
ahli bahasa mengelompokkan bahasa-bahasa di dunia menjadi beberapa rumpun.
Misalnya Max Muller, seperti dikutip Abdul Mu’in (2004: 19) membagi bahasa
kepada tiga rumpun, yaitu Indo Eropa, Samit Hemit, dan Turania. Bahasa Arab
termasuk dalam rumpun bahasa Semit yang menjadi salah satu rumpun dari bahasa
Semit-Hemit atau dalam istilah lain Homo Semitic atau dalam Bahasa Arab
Al-Hamiyah Al-Samiyah.
Bahasa
Arab yang sampai kepada kita pada saat ini adalah bahasa Arab Baqiyah yang
sebenarnya juga merupakan gabungan dari beberapa bahasa. Sebagian besar berasal
dari sebelah utara jazirah Arab, disamping berasal dari bagian selatan. Bahasa
Arab tersebut kemudian dikenal dengan bahasa Arab Fusha, yaitu bahasa Arab yang
dipakai dalam penulisan Al-Qur’an dan turas Arab secara keseluruhan, sebagai
bahasa-bahasa yang digunakan dala forum-forum resmi, dan untuk mengungkapkan
pemikiran secara umum. Disamping bahasa Arab Fusha dikenal juga bahasa Arab
‘Ammiyah, yaitu bahasa Arab yang dipakai dalam keadaan biasa, yang berlaku
dalam percakapan sehari-hari. (Imil Badi’ Ya’qub, 1982: 120).
Dalam
pengertian lain disebutkan, antara lain yang dikemukakan oleh Mustafa
Al-Ghalayain (1987: 7) bahwa bahasa Arab adalah kalimat yang disampaikan oleh
orang Arab untuk menyampaikan maksud-maksud mereka. Abdul ‘Alim Ibrahim
mendefinisikan bahwa bahasa Arab adalah bahasanya orang-orang Arab dan bahasa
Agama Islam. Menurut Fathi Ali Yunus (1981: 16), bahasa Arab Fusha merupakan
unsur paling mendasar dalam membangun bangsa Arab. Dengan digunakannya bahasa
Arab sebagai bahasa Al-Qur’an dan Al-Hadits, muncul kesan bahwa bahasa Arab
adalah bahasanya umat Islam. Dengan kata lain, setiap yang berbahasa Arab
kemudian selalu diidentikkan dengan Islam. Padahal tidak mesti yang berbahasa
Arab itu adalah Islam, karena pada dasarnya bahasa Arab tidak hanya milik umat
Islam.
No comments:
Post a Comment